Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Wednesday, 6 May 2015

Bersiap untuk Penelitian (lagi)

Research?
Tidak terasa waktu sangat cepat berlalu. Saya tengah menjalani kuliah semester dua dan sudah harus menyusun sebuah proposal penelitian. ya, tesis adalah sebuah karya agung dari seorang mahasiswa pascasarjana. Penelitian tentu bukan hal yang pertama saya lakukan, namun menyusun sebuah rencana penelitian tetap saja hal yang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Karena belajar adalah proses. Maka kesungguhan dan semangatlah yang bisa menguatkan saya.

Bismillahirahmanirahim

Sesuatu yang diawali dengan niat baik pasti akan selalu mendapatkan kebaikan, mendapatkan jalan yang baik, serta dipertemukan dengan orang orang baik. Sebuah motivasi yang menentramkan hati dari seorang dosen metodologi penelitian fakultas saya. Aamiin :)

Buku Catatan Penelitian. Saya harus merenovasi buku ini dulu supaya mendapat "mood penelitian". Agak rempong memang, tapi siapa lagi yang bisa menyemangati kita kalau bukan diri kita sendiri? :)



Masih Kosong

Saturday, 14 February 2015

Term Paper

Sekarang pukul 23.28 23 maret 2015
Menulis sedikit tentang beban hidup hari ini. Eh. Hehehe. Beban hidup yang sangat sangat saya nikmati. Kemarin malam kepala terasa pusing (sakit kepala sungguhan) padahal harus menyelesaikan tugas kuliah yang cukup memeras otak. Daripada tambah pusing dan memburuk, jdi saya putuskan untuk istirahat. Alhasil tugas saya baru bisa diselesaikan malam ini (telat) dengan kondisi badan yang sudah sangat lebih baik dari sebelumnya. Alhamdulillah.

Tugasnya apaan sih sampe serius banget ngerjainnya? Wajib! Harus! Serius itu artinya sungguh sungguh. Kenapa harus seserius itu? Semua tugas harus dikerjakan dengan serius. Tapi tugas yg satu ini punya tantangan tersendiri. Ngerjainnya pake seni. Seni menghadapi tekanan dan seni melatih kesabaran. Rata rata semua tugas yang diberikan dosen memang ga menuntut kuantitas tapi kualitas. Justru itu yang penting dan tidak mudah, yaaa, bikin kita berjuang lah yaa. Misalnya tugas term paper yang bru aja saya selesaikan ini. Hasilnya sih 3 lembar doang. 1 halaman cover, 1 halaman isi, 1 halaman daftar pustaka. Gitu doang tapi ngerjainnya bisa membutuhkan waktu yang lamaaa.. prosesnya itu lho.. panjaaaangg. Mulai dari cari jurnal internasional (minimal lima buah). Kelimanya harus memiliki tema yang senada, iya senada. Kalau saja kalian ikut nyari, cari lima jurnal dengan tema senada itu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Bagaikan cari jodoh. Gampang gampang susah. Hehe.. sedikit berlebihan sih... kemudian dari lima jurnal senada itul barulah kelimanya disintesis jadi satu. Sintesis yaa, bukan deskriptif.

Sudah cari jurnal - lalu print - lalu baca jurnal pertama, kedua, ketiga, ternyata jurnal keempat dan kelima ga sesuai karena ada unsur modelling (syaratnya begitu, ga boleh modelling) yaudah sih, ngerjain sebagus apa pasti besok tetap salah.. lanjutin aja deh. Bukan aku banget sih ini. Tapi mau gimana..
Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan. Udah tahu salah, tapi masih tetep aja dilanjutin. Kalau udah gini, minta maafnya berat, soalnya ke diri sendiri. Eehh.. mangats!

Thursday, 28 August 2014

Kuliah Perdana Pascasarjana

Setelah lulus mengenyam bangku kuliah Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Yogyakarta saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah lagi di Program Studi Biologi Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Memang masih satu bidang, tapi S1 saya pendidikan sedangkan S2 yang sekarang adalah ilmu murni. Kenapa tidak kuliah pendidikan lagi saja? Kenapa lebih memilih ilmu murni? Karena selama saya S1, mata kuliah pendidikan selalu menjadi mata kuliah yang membosankan. Walaupun pada akhirnya selalu saya rindukan. Hehehe. Dan banyak pertimbangan lain tentunya. Motivasi saya apa untuk melanjutkan sekolah lagi? Hmmm, bingung juga kalau ditanya begini. Karena ada kesempatan. Kata orang, kesempatan itu tidak datang dua kali. Pastinya untuk meningkatkan ilmu dan kualitas diri. Dari hati terdalam, ingin bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, bagi Indonesia. Dengan segala permasalahan Indonesia yang pelik ini, saya ingin jadi salah satu orang yang berperan serta memajukan Indonesia khususnya di bidang Biologi. Keanekaragaman Indonesia sangat berlimpah tapi penggunaannya belum seluruhnya berkelanjutan. Ini kan ngeri. Marakke sedih. Iyasih, semua orang butuh makan. Perut butuh diisi. Tapi ya jangan merusak bumi. Kalo bumi rusak, kita mau tinggal dimana? Hehe.

Rabu, 27 Agustus 2014 adalah hari dimana saya kuliah perdana di Grha Sabha Pramana. Kuliah ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Kuliah yang istimewa karena ada pidato ilmiah dari Dr. (H.C.) Dahlan Iskan (Menteri BUMN). Tema pidatonya adalah “Memperkuat Sinergi Pemerintah, Universitas, dan Bisnis (Triple Helix) untuk Pembangunan Indonesia”. Pidato ilmiah ini lebih seperti melihat acara Mata Najwa di televisi. Ternyata Pak Dahlan Iskan memang seru! Hehehe. Pak Dahlan tampak sederhana dengan sepatu olahraganya, humoris, dan spontan. Begitu tuh kalau orang hebat sudah berbicara. Semua mata tertuju padanya dan hal yang dibicarakan menjadi sangat menarik karena membahas permasalahan-permasalahan aktual di Indonesia dan saya rasa semua mahasiswa di ruangan ini pasti ingin berkontribusi untuk Indonesia lebih baik. Pak Dahlan sangat mengapresiasi ide-ide kreatif dari penemuan-penemuan mahasiswa UGM dan tak menutup kemungkinan BUMN akan bekerja sama dengan UGM dari penemuan tersebut.

Salah satu hal yang dibicarakan Pak Dahlan adalah tentang BBM yang langka dan alternatif mengatasinya. “Siapa yang tahu jumlah pertumbuhan motor di Indonesia?” tanya Pak Dahlan. Semua mahasiswa diam. “Kalau ada yang bisa jawab saya beri satu juta”. Mahasiswa celingak-celinguk. “Kok diam semua ini? Tidak ada yang tahu ya? Ya sudah saya tambah jadi satu setengah juta”. Seluruh mahasiswa tertawa. Kemudian Pak Dahlan meminta 4 orang maju dan pertanyaan itu hampir benar dijawab oleh dua orang mahasiswi yaitu delapan juta pertahun. Pak Dahlan kemudian memberikan uang satu setengah juta tadi kepada dua mahasiswi tersebut.

Berdasar dari kegelisahan yang disebabkan oleh permasalahan-permasalahan di Indonesia. Pak Dahlan menantang mahasiswa untuk memberikan idenya apa yang akan ditemukan atau diteliti pada program pascasarjana ini sehingga dapat bermanfaat untuk orang banyak dan untuk kemajuan Indonesia tentunya. Pak Dahlan kembali memberikan hadiah secara spontan, kali ini lima juta rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Hadiah jatuh kepada seorang mahasiswa jurusan teknobiologi kalau tidak salah, yang ingin mengatasi permasalahan limbah logam (limbah B3) dalam pembuatan sepatu/tas berbahan dasar kulit sapi sehingga tidak mencemari lingkungan. Semua yang ada di ruangan bertepuk tangan dan tertawa karena penyampaiannya yang sangat mantap dan percaya diri. Gak malu juga minta selfie sama Pak Dahlan. Uuu, mauu.

Saya bangga bisa jadi salah satu mahasiswa yang duduk dalam ruangan ini. Dengan tiga ribu lebih mahasiswa lainnya yang akan jadi orang yang mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Kita semua tentu berharap masih bisa melihat hijaunya padi di sawah, hijaunya rumput di savanna, indahnya gunung, pantai, kicau burung dan semua kekayaan Indonesia lainnya. Indonesia harus lestari. Indonesia harus hijau. Indonesia harus makmur. Dan selalu seperti itu. Semoga. Aamiin.

Pidato Ilmiah dari Bapak Dahlan Iskan

Foto yang dibuang sayang. Hehehe. Afika dan Saya