14 Agustus 2012
Menyadari realita bahwa dunia itu sempit membuat saya
tersadar bahwa pasti ada yang berencana di balik semua ini.
Dia teman dari temanku lalu berteman dengan yang lain yang
sangat jauh hubungannya dan ternyata saya mengenalnya juga dan lebih rumit.
Begitulah kira kira. Kemudian semua beredar dalam suatu kisah yang sejalan. Tentang
perbedaan, perubahan, dan tiga cerita
patah hati yang saya dengar hari ini dan kemarin membuat saya berpikir, apakah
patah hati itu disebabkan karena protista atau monera? Ups, maksud saya, apakah
prinsip kesatuan dan keanekaragaman bisa diterapkan demi menghormati hati yang
lain? Apasih ini :|
Kali ini serius, buat kalian yang lagi patah hati, jangan
lama lama. Udah gitu aja. :)
Bagiku, yang ada didepan mata ini dijalani dan dinikmati.
Sesimpel itu. Tengok kebelakang bolehlah sesekali. Tapi pikirin juga ke depan.
Tapi juga gak usah lebay pake diramal ramal segala. Terserah kalian sih. Kisah
kita itu sudah ditulis. Anggap aja itu surprise dari Tuhan. Bahkan terlahir di
dunia adalah kado terindah dari Tuhan. Ini hanya persoalan bagaimana seseorang
itu harus belajar untuk menjadi lebih dewasa lagi dan lagi. Karena semua
berproses dan yang harus kita lakukan adalah sibuk sibuk memperbaiki diri.
OKESIP :D
Hidup itu sesimpel mengamati burung. kamu pengen, kamu lihat, lalu kamu bahagia...:)
ReplyDeleteyeah, you're right! :D
ReplyDelete